ANALISIS MATERI
AJAR KIMIA DI PERGURUAN TINGGI
JURUSAN ANALIS KESEHATAN
POLTEKES MEDAN
EMMI JUWITA SIREGAR
8126141004
Program Studi Pendidikan Kimia Pasca Sarjana Unimed
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
UNIMED
2013
ABSTRAK
Standar Nasional Pendidikan dimaksudkan
sebagai kriteria minimal tentang sistem pendidikan yang berlaku di seluruh
wilayah hukum negara kesatuan Republik Indonesia yang
mencakup: Standar isi, Standar proses, Standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana,
standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.
Standar kompetensi lulusan adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan dan keterampilan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengidentifikasi terdapatnya materi kimia dalam Mata Kuliah
Jurusan Analis Kesehatan Poltekes Medan dan mengetahui kurikulum yang digunakan
dalam Perguruan Tinggi tersebut serta mengetahui bagaimana sistem perkuliahan
di jurusan tersebut. Penelitian ini dilaksanakan di Poltekes Medan Jurusan
Analis Kesehatan. Instrumen yang digunakan adalah wawancara dan observasi.
Wawancara dilakukan dengan ketua jurusan analis kesehatan dan observasi
dilakukan oleh peneliti. Metode analisis yang digunakan adalah metode
deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi ditemukan bahwa pada
jurusan analis kesehatan di Poltekes Medan terdapat mata kuliah yang berhubungan
dengan kimia sebesar 41,66 %.
PENDAHULUAN
Ilmu kimia merupakan salah satu
bagian dari IPA yang seyogyianya harus dimengerti oleh semua orang. Hampir
seluruh yang ada di bumi ini merupakan zat kimia dan tidak satupun proses perubahannya
yang tidak terkait dengan ilmu kimia. Lingkupan keilmuan kimia juga mencakup
beberapa bidang yaitu MIPA, kesehatan dan lingkungan, Keteknikan, Pertanian
dll. Oleh karena itu, dalam pemahaman yang lebih mendalam dan aplikatif tentang
ilmu kimia, sangat membantu para para pekerja-pekerja laboratorium khususnya
laboratorium analisa dalam meningkatkan kinerjanya. Mahasiswa program studi
analisis kesehatan selain mendalami ilmu tentang biologi, fisika dan lainnya
harus juga banyak mempelajari kimia karena mata kuliah kimia sangat erat
kaitannya dengan analis kesehatan. Ada
tiga kompetensi utama yang diajarkan dalam analis kesehatan, yakni bidang
klinis, mikrobiologi, dan kimia.
Setiap pelajaran yang diberikan memiliki nilai, seperti nilai praktis
yang dapat digunakan untuk hidup di masyarakat, nilai material yang menambah pengetahuan
dan digunakan untuk dihubungkan dengan pelajaran lain, sedangkan niai formal
adalah membentu membentuk tabiat, watak dan jiwa. Bidang studi kimia juga
digunakan untuk melatih pengamatan, oleh sebab itu sejak tingkat SMP, SMA
sampai ke perguruan tinggi kimia merupakan salah satu bidang studi yang
diberikan kepada siswa/mahasiswa. Bahkan beberapa perguruan tinggi memiliki
program studi khusus kimia. Kimia sebagai salah satu mata kuliah diperguruan
tinggi bertujuan untuk melatih mahasiswa untuk mengamati tentang susunan,
komposisi, struktur, sifat-sifat dan perubahan materi, serta perubahan energy
yang menyertai perubahan-perubahan materi tersebut. Untuk mempermudah
mempelajarinya, ilmu kimia dikembangkan menjadi bagian-bagian ilmu kimia yang
lebih spesifik seperti kimia fisika, kimia anorganik, kimia organic, biokimia,
kimia lingkungan, kimia bahan makanan serta kimia analitik.
Analis kesehatan atau pranata laboratorium adalah bagian dari profesi di
bidang kesehatan. Seorang analis harus memiliki ketrampilan dan tanggung jawab
yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Hal ini berhubungan dengan adanya risiko
yang fatal jika terjadi kesalahan. Seperti juga dokter menjadi seorang analis
juga berhubungan dengan nyawa manusia. Untuk saat ini pelayanan laboratorium
kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan
kepada masyarakat. Laboratorium kesehatan sebagai salah satu unit pelayanan
kesehatan, diharapkan dapat memberikan informasi yang teliti dan akurat tentang
aspek laboratoris terhadap specimen/sampel yang pengujiannya dilakukan
dilaboratorium. Banyak yang tidak mengetahui analis kesehatan memiliki banyak
sekali peluang pekerjaan. Seorang lulusan analis bisa bekerja pada laboratorium
rumah sakit tentunya bertugas membantu diagnosa seorang dokter. Selain rumah
sakit analis kesehatan bisa ditempatkan di Prodia, PMI, dan segala tempat yang
berhubungan dengan analisis.
Analis kesehatan melakukan
pengujian secara laboratories dengan menggunakan pengetahuan dan metodologi
dari berbagai disiplin ilmu, diantaranya biologi, kimia, dan fisika untuk
membantu dan atau menegakkan diagnose penyakit, pemantauan obat serta pencegahan
penyakit pada manusia. Tugas pokok analis kesehatan adalah melaksananakn
pelayanan laboratorium kesehatan meliputi bidang Hematologi, Kimia Klinik,
Mikrobiologi, Imunologi-serologi, Parasitologi, Mikologi, Toksikologi, Kimia
Air, makanan/minuman dan Patologi Anatomi.
Siswa-siswa analis kesehatan dididik menjadi tenaga analis kesehatan.
Terutama di laboratorium klinik. Juga beberapa bidang lain yang masih berkaitan
dengan analis kesehatan. Banyak sekali kegiatan laboratorium, salah satu
contohnya di Laboratorium Kimia Air-Makanan dan Minuman (Lab Amami). Dalam
bidang ini siswa diajari mengecek kandungan zat dalam air dan makanan. Hal itu
meliputi kimia air bersih maupun limbah. Dalam makanan, misalnya mengetahui
kandungan formalin dalam tahu. Dalam minuman, siswa belajar mengetahui
kandungan alkohol dalam minuman keras. Aktivitas tersebut dilakukan sebagai
persiapan memasuki dunia kerja yang tingkat persaingannya jauh lebih berat dan
butuh ketrampilan lebih.
Dari uraian singkat tersebut terlihat jelas jika Kimia mengambil peran
yang penting dalam bidang analis kesehatan baik itu dalam teori dan prakteknya.
Untuk mengetahui sejauh mana kajian kimia diajarkan di jurusan analis kesehatan
ini maka penulis ingin mengidentifikasi bagaimana persebaran kimia, menganalisis
kurikulum serta proses pembelajaran kimia di jurusan analis kesehatan ditinjau
dari kurikulum serta informasi lain yang menyangkut pembelajaran kimia di
Perguruan Tinggi jurusan analis kesehatan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di
Politeknik Kesehatan Medan jurusan Analis Kesehatan pada tanggal 28 – 29
Januari tahun 2013. Populasi penelitian ini POLTEKES Medan jurusan Analis Kesehatan. Sampel penelitian
adalah Ketua Jurusan Analis Kesehatan dan dosen pengajar.
Data yang dipergunakan dalam
penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi. Wawancara dilakukan dengan Ketua Jurusan Analis
Kesehatan dan salah satu dosen pengajar (mikrobiologi). Dan observasi dengan
mengunjungi perpustakaan, ruang kelas, laboratorium dan standar kurikulum yang
digunakan.
Metode analisis yang
dipergunakan untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah analisis deskriptif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan data-data yang didapat
dilapangan maka penulis mencoba mendeskripsikan sebagai berikut:
a. Profil singkat
Politeknik kesehatan Medan terdiri
dari 7 pragram studi:
-
Jurusan Keperawatan :
1. Prodi Keperawatan medan
2. Prodi D4 Keperawatan medikal Bedah
1. Prodi Keperawatan medan
2. Prodi D4 Keperawatan medikal Bedah
-
Jurusan Kebidanan
1. Prodi Kebidanan Medan
2. Prodi Kebidanan Pematang Siantar
3. Prodi Kebidanan Padang Sidempuan
4. Prodi D4 Bidan Pendidik Medan
1. Prodi Kebidanan Medan
2. Prodi Kebidanan Pematang Siantar
3. Prodi Kebidanan Padang Sidempuan
4. Prodi D4 Bidan Pendidik Medan
-
Jurusan Kesehatan Gigi Medan
-
Jurusan Gizi
1. Prodi Gizi Lubuk Pakam
2.Prodi D4 Gizi Lubuk Pakam
1. Prodi Gizi Lubuk Pakam
2.Prodi D4 Gizi Lubuk Pakam
-
Jurusan Kes. Lingkungan Kabanjahe
-
Jurusan Analisis Kesehatan Medan
-
Jurusan Farmasi Medan
Pendirian Politeknik Kesehatan didasarkan pada PP NO. 60
tahun 1999, selanjutnya terbit SK. Menkes No. 298/SK/Menkes/2001 yang merupakan
wujud kebijakan pemerintah dalam meningkatkan efektifitas penggunaan sumber
daya dan sumber dana yang tersedia yang bertujuan untuk efisiensi, maka
dibentuklah Politeknik Kesehatan.
Pada Bulan Oktober dan November 2001, semua Akademi Kesehatan
yang bernaung di bawah Depkes menyikapi SK tersebut dan segera membentuk
Panitia Ad Hock yang terdiri dari 5 orang perwakilan dosen setiap Akademi. 3 orang
dari Kanwil Depkes Propinsi Sumatera Utara dan dari Pusdiknakes 1 orang sesuai
petunjuk yang ada. Panitia Ad Hock bertugas mempersiapkan pembentukan Poltekkes
mulai dari penyiapan dan pelaksanaan proses pemilihan Direktur dan Pembantu
Direktur, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, Ketua Prodram Studi dan
Sekretaris Program Studi.
Proses pemilihan berjalan terus dan terlaksana secara
demokratis. Dengan pelantikan Direktur Poltekkes maka meleburlah seluruh
Struktur Organisasi Akademi tersebut diatas mengikuti Struktur Organisasi
Poltekkes. Kemudian dilanjutkan pemilihan Pembantu Direktur I, II dan III,
Ketua Jurusan/Prodi dan Sekjur/Prodi. Penunjukkan personil di Direktorat dan
perangkat yang ada di Jurusan/Prodi. Akhirnya pada tanggal 20 Juni 2002 dilaksanakan
pelantikan Pudir, Kajur/Prodi dan Sekjur/Prodi oleh Direktur Poltekkes Medan.
Dengan bergabungnya Akademi-Akademi Kesehatan menjadi
Poltekkes maka aturan dan mekanisame kerja Akademi berubah mengikuti Struktur
Organisasi Poltekkes. Tata laksana kerja Poltekkes pada awalnya mengacu pada SK
Menkes No. 298 tahun 2001 dan selanjutnya disempurnakan dengan SK Menkes No.
OT.01.01.2.4.0375 tahun 2003. Struktur Organisasi Politeknik Kesehatan Depkes
Medan di tahun mendatang akan mengacu kepada Permenkes No. 890/Menkes/Per/VIII/2007
tanggal 2 Agustus 2007.
Akademi Analis Kesehatan berawal dari Sekolah Pengatur Analis
(SPA) yang didirikan pada tahun 1958. Masa pendidikan 2 tahun. Lulusannya dapat
melanjutkan pendidikan kekhususan selama 2 tahun lagi yaitu jurusan kimia dan
jurusan bakteri. Tahun 1982 berubah namanya menjadi Sekolah Menengah Analis
Kesehatan dan tahun 1998 dikonversi menjadi D-III Akademi Analis Kesehatan. (http://www.poltekkes-medan.ac.id/sejarahpoltekkes.php)
Beberapa fasilitas yang dimiliki Poltekes antara lain :
1. Gedung Perkuliahan
Ada disetiap program studi
2. Perpustakaan:
Ada di setiap program studi.
Ada di setiap program studi.
3. Laboratorium:
Analis Kesehatan (Kimia Terapan, Kimia Dasar, Mikrobiologi, Kimia Klinik, Parasitologi, Hematologi, Komputer)
Analis Kesehatan (Kimia Terapan, Kimia Dasar, Mikrobiologi, Kimia Klinik, Parasitologi, Hematologi, Komputer)
4. Lembaga
penelitian:
Unit
Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
5. Fasilitas
lain:
ruang
diskusi, asrama mahasiswa, sarana olahraga, sarana kesenian, audio visual,
auditorium/aula, sarana ibadah, sarana transportasi Mikrobiologi , gedung
perkuliahan, laboratorium terpadu, klinik terpadu, perpustakaan, gedung aula,
kantin dan musholla.
b. Hasil Wawancara
Hasil dari wawancara yang telah
dilakukan dengan pihak sekolah yaitu Ketua Jurusan serta Dosen Pengajar bidang
Mikrobiologi dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum dari Pusat
Diknakes yaitu kurikulum inti pendidikan D III analis kesehatan yang berbasis
Kompetensi.
2.
Silabus yang digunakan adalah model pengembangan dari
masing-masing dosen pengajar yang berdasarkan kurikulum. Dosen diberi kebebasan
untuk menyusun silabus sendiri berdasarkan Garis Besar Mata Kuliah yang
dituangkan dalam kurikulum
3.
Dosen pengajar terdiri dari dosen-dosen dengan disiplin
ilmu yang sesuai dengan materi yang diajarkan.
4.
Jurusan analis kesehatan memiliki fasilitas
laboratorium yang lengkap dimana alat dan bahan disediakan oleh direktorat
pusat.
5.
Dalam jurusan analis kesehatan teori dan praktek harus
sejalan, dan lebih dititik beratkan pada kegiatan praktikum. Dimana alokasi
waktu untuk 1 sks teori adalah 60 menit dan 1 sks untuk praktek adalah 2 jam.
6.
Aturan peniaian di KHS adalah mengikuti aturan 60 %
praktek dan 40 % teori. Namun untuk jurusan analis kesehatan memiliki aturan
tersendiri yaitu nilai praktek dan teori memiliki kontribusi masing-masing
tidak digabungkan. Hal ini dikarenakan kompetensi yang akan dihasilkan lebih
cenderung pada aplikasi ke laboratorium.
7.
Rentang nilai yang digunakan adalah :
79 – 100 untuk nilai A
68 – 78 untuk nilai B
56 – 67 untuk nilai C
41 – 44 untuk nilai D
0 – 40 untuk nilai E
8.
Bagi mahasiswa yang mendapat nilai C dan D boleh
pembatalan. Bagi yang tidak lulus harus mengikuti kelas disemester berikutnya
dan tersedia semester pendek.
9.
Buku-buku yang digunakan untuk pembelajaran meliputi
diktat dari dosen, dari referensi lain dan perpus.
10. Kendala
perkuliahan yang dihadapi yaitu untuk mata kuliah mokrobiologi mahasiswa
kesulitan dalam mebuat larutan (penentuan konsentrasi), penggunaan alat,
penentuan titrasi dll.
c.
Hasil analisis dokumentasi
Dari
hasil analisis dokumentasi didapat beberapa penjelasan yaitu:
1.
Kurikulum Nasional Program Diploma III
Analis Kesehatan
Berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 013/U/1996 tentang kurikulum yang berlaku
seacra nasional program diploma III analis Kesehatan.
Pasal 3:
Kurikulum yang berlaku seacra nasional program
diploma III analis Kesehatan sebanyak 94 satuan kredit semester (sks) terdiri
dari :
-
Mata
kuliah umum (MKU) 6 sks
-
Mata
kuliah dasar keahlian (MKDK) 26
sks
-
Mata
kuliah keahlian (MKK) 62
sks
Pasal 4:
1.1
Mata kuliah umum
Meliputi mata kuliah dengan jumlah sks sebagai
berikut:
a. Pendidikan agama 2
sks
b. Pendidikan Pancasila 2
sks
c. Pendidikan Kewarganegaraan (kewiraan) 2
sks
1.2
Mata kuliah Dasar keahlian
Meliputi mata kuliah dengan jumlah sks sebagai
berikut:
a. Dasar-dasar kesehatan masyarakat 1
sks
b. Sistem kesehatan nasional dan administrasi
kesehatan 1
sks
c. Epidemilogi, statistika dan penelitian
kesehatan 1
sks
d. Ekologi kependudukan dan keluarga
berencana 1
sks
e. Perilaku kesehatan dan etika profesi
tenaga kesehatan 1sks
f. Biologi medik 2
sks
g. Kimia analitik 4
sks
h. Kimia fisika 2
sks
i.
Kimia
hayat 4
sks
j.
Anatomi
fungsiologi 1
sks
k. Patofisiologi 3
sks
l.
Pengetahuan
bahan 2
sks
m. Higiene dan sanitasi laboratorium keehatan 1
sks
n. Keselamatan kerja dan pertolongan pertama
pada kecelakaan laboratorium kesehatan
o. Laboratorium kesehatan dan pengolahan 1
sks
1.3
Mata kuliah keahlian
meliputi mata kuliah dengan jumlah sks sebagai berikut:
a. Instrumentasi 4
sks
b. Parasitologi 4
sks
c. Mikrobiologi 4
sks
d. Mikobiologi 3
sks
e. Virologi 3
sks
f. Kimia klinik 9
sks
g. Toxicologi 4
sks
h. Immunologi dan seriologi 6
sks
i.
Amami 4
sks
j.
Hematologi
dan hemostosis 8
sks
k. Transfusi darah 2
sks
l.
Pemantapan
mutu 4
sks
m. Pengetahuan bahan pemeriksaan 2
sks
n. Mikroskopi 4
sks
o. Pengelolahan kegiatan laboratorium 1
sks
Dalam kurikulum nasional ini dapat dilihat jika ada 4 jenis mata kuliah
kimia yang terdiri dari mata kuliah dasar (kimia analitik, kimia
fisika dan kimia hayati) yang berjumlah 10 sks dan mata kuliah
keahlian (kimia klinik) yang berjumlah 9 sks.
Pasal 5:
1.4
silabus dan buku bacaan
Silabus, buku bacaan wajib dan anjuran disusun
oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2
Kerangka konsep kurikulum pendidikan D III
analis kesehatan
2.1
Pendekatan dalam Penyusunan Kurikulum
Dalam penyusunan kurikulum mengacu kepada
undang-undang (UU) RI nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(sisdiknas) pasal 35 ayat 1 dan pasal 36 ayat 1, serta Peraturan
Pemerintah (PP) nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan (SNP)
yang mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan yang
mengacu kepada standar isi dan standar kelulusan. Standar kelulusan
yang digunakan dalam penyusunan kurikulum pendidikan D III analis kesehatan
mengacu pada standar kompetensi kerja nasional indonesia (SKKNI) sektor
laboratori sesuai Kepmenkertrans RI No. 271/Men/XII/2004 tanggal 15 Desember
2004 dan berdasarkan KepMenKes RI No.370/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar
Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan.
Penyusunan kurikulum program pendidikan memerlukan
kajian substansi dengan pendekatan taksonomi pembelajaran untuk
memperoleh lulusan yang kompeten sesuai dengan standar kompetensi profesi.
Bloom (1956) mengidentifikasi tujuan instruksional menjadi 3 ranah menurut jenis
kemampuan yang tercantum di dalamnya, yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan
ranah psikomotorik.
Kurikulum D III Analis Kesehatan juga disusun
mengacu pada Kepmendiknas No.045/U/2002 tentang kurikulum
inti pendidikan Tinggi bahwa kurikulum inti merupakam penciri
kompetensi utama dengan beban 40 – 80 %. Kurikulum inti D III Analis Kesehatan
ini hanya memuat 96 sks dari total sks 110 – 120 sks.
2.2
Tujuan Pendidikan D III Analis Kesehatan
2.2.1
Tujuan Umum
Tujuan umum pendidikan diploma III Analis
Kesehatan adalah mendidik peserta didik menjadi Ahli Madya Analis Kesehatan:
1. Melakukan persiapan pengujian di
laboratorium kesehatan meliputi alat, bahan dan spesimen
2. Melakukan pelayanan laboratorium kesehatan
sesuai dengan standar dan kode etik profesi
3. Menggunakan dan memelihara
peralatan/instrumen laboratorium kesehatan
4. Berkomunikasi dan bekerjasama dengan
tenaga kesehatan lainnya.
5. Melakukan administrasi dan manajemen
laboratorium kesehatan.
6. Membimbing dan membina tenaga kesehatan
yang menjadi tanggung jawabnyanya.
7. Melakukan penyuluhan kesehatan yang
berhubungan dengan laboratorium kesehatan.
2.2.2
Tujuan Khusus
Pada tahun pertama, program pendidikan diarahkan pada pencapaian keterampilan dasar
laboratorium dan penguasaan pengetahuan yang mendukung meliputi anatomi fisiologi,
aplikasi komputer untuk kesehatan, kimia, teknik pengujian biologi dan
biokimia, serta dasar-dasar pengelolahan laboratorium.
Pada tahun kedua, program pembelajaran diarahkan pada pengembangan keterampilan laboratorium
dan penguasaan pengetahuan yang berhubungan dengan keterampilan pemecahan
masalah dalam mendiagnosa gangguan kesehatan manusia dari bahan yang berasal
dari dalam tubuh dan atau luar tubuh manusia meliput bidang hematologi, kimia
klinik, bakteriologi, parasitologi, mikologi, histologi, imunologi, toksikologi
dan kimia lingkunga.
Pada tahun ketiga, program pembelajaran diarahkan pada pencapaian keterampilan lanjut dan
pemberian kesempatan kepada peserta didik untuk mengerti, memahami lebih luas
tentang sarana, jenis-jenis pelayanan dan pengembangan keterampilan di
laboratorium kesehatan dengan penekanan pada kerja sama dalam tim, perhatian
terhadap kendali mutu dan bekerja secara efisien.
3.1
struktur Program
MPK :
6 sks = 6.3%
MKK :
14 sks = 14.6%
MKB :
48 sks = 50%
MPB :
15 sks = 15.6%
MBB :
13 sks = 13.5%
Serta 14 sampai 24 sks
kurikulum institusi (muatan lokal) yang pelaksanaannya sepenuhnya diserahkan
kepada masing-masing institusi tergantung dari kebutuhannya.
STRUKTUR PROGRAM KURIKULUM INTI
PENDIDIKAN D III ANALIS KESEHATAN
NO
|
MATA KULIAH
|
SKS
|
T
|
P
|
A
|
MK Pengembangan dan Kepribadian (MPK)
= 6 sks (6.3%)
|
|||
1
|
Pendidikan agama
|
2
|
1
|
1
|
2
|
Pendidikan Kewarganegaraan
|
1
|
1
|
0
|
3
|
Bahasa Indonesia
|
1
|
1
|
0
|
4
|
Bahasa Inggris
|
2
|
0
|
2
|
B
|
MK Keilmuan dan keterampilan (MKK) =
14 sks (14.6%)
|
|||
1
|
Kimia analitik
|
3
|
1
|
2
|
2
|
Biokimia
|
2
|
1
|
1
|
3
|
Instrumentasi
|
5
|
2
|
3
|
4
|
Biologi medik
|
1
|
1
|
0
|
5
|
Biologi molekuler
|
1
|
1
|
0
|
6
|
Anatomi fisiologi
|
1
|
1
|
0
|
7
|
Patofisiologi
|
1
|
1
|
0
|
C
|
MK Keahlian Berkarya (MKB) = 48 sks
(50%)
|
|||
1
|
Mikrobiologi dasar
|
2
|
1
|
1
|
2
|
Bakteriologi
|
8
|
2
|
6
|
3
|
Kimia klinik
|
9
|
3
|
6
|
4
|
Immuno – serologi
|
5
|
2
|
3
|
5
|
Hematologi
|
8
|
3
|
5
|
6
|
Virologi
|
1
|
1
|
0
|
7
|
Toksikologi dan kimia farmasi
|
4
|
2
|
2
|
8
|
Analisa kimia air dan
makanan/minuman
|
4
|
2
|
2
|
9
|
Sitohistoteknologi
|
2
|
1
|
1
|
10
|
Imunohematologi
|
1
|
0
|
1
|
11
|
Parasitologi
|
6
|
2
|
4
|
D
|
MK Perilaku Berkarya (MPB) = 15 sks (15.6%)
|
|||
1
|
Etika profesi dan ilmu perilaku
|
1
|
1
|
0
|
2
|
Kesehatan dan keselamatan kerja
|
3
|
1
|
2
|
3
|
Manajemen laboratorium
|
3
|
2
|
1
|
4
|
Kendali mutu laboratorium kesehatan
|
2
|
1
|
1
|
5
|
Promosi kesehatan
|
1
|
1
|
0
|
6
|
Metodologi penelitian
|
1
|
1
|
0
|
7
|
Statistika
|
1
|
0
|
1
|
8
|
Aplikasi komputer
|
1
|
0
|
1
|
9
|
Komunikasi
|
1
|
0
|
1
|
E
|
MK Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) =
13 sks (13.5%)
|
|||
1
|
Praktek kerja lapangan (PKL)
& PKMD
|
11
|
11
|
|
2
|
Karya tulis Ilmiah (KTI)
|
4
|
4
|
Mata kuliah teori : 37 sks (38.5%)
Mata kuliah Praktek : 59 sks (61.5%)
Struktur program kurikulum
inti ini merupakan pengembangan dari kurikulum nasional yang telah ditetapkan
oleh pemerintah. Dimana ada penambahan dalam beberapa mata kuliah, misalnya:
Mata kuliah pengembangan dan kepribadian
Kurikulum
Nasional
|
Kurikulum
D III Analis Kesehatan Poltekkes Medan
|
-
pendidikan Agama
-
pendidikan Pancasila
-
pendidikan Kewarganegaraan
total
6 sks
|
-
pendidikan agama
-
pendidikan kewarganegaraan
-
bahasa indonesia
-
bahasa inggris
total
6 sks
|
4
Gambaran Umum Pelaksanaan Kurikulum
4.1
Peserta Didik
Persyaratan calon, jumlah peserta didik, prosedur
penerimaan setiap tahun ajaran baru diatur oleh surat keputusan Kepala Badan
Pengembangan dan Pemberdayaan Manusia Kesehatan Departemen Kesehatan RI.
4.2
Kriteria Tenaga Pengajar
4.3
Metode Pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar diberikan dalam bentuk
teori dan praktek. Metode pembelajaran yang digunakan untuk pengajaran teori
dikelas antara lain berupa pengalaman belajar ceramah (PBC), pengalaman belajar
diskusi (PBD) dan pengalaman belajar seminar (PBS). Sedangkan pengajaran
praktek berupa pemberian pengalaman belajar praktek (PBP) di laboratorium dan
pengalaman praktek lapangan (PPL) di laboratorium klinik Rumah Sakit / klinik mandiri,
industri dan pelayanan kesehatan masyarakat lainnya.
Pemilihan metode pembelajaran tergantung kepada
tujuan, isi materi, faktor kerangka kerja, kemampuan peserta didik dan sistem
penilaian yang digunakan. Metode meliputi ceramah, bekerja dilaboratorium, demonstrasi,
penempatan kerja, orientasi lapangan, log book, kerja kelompok, diskusi,
tutorial, priyek kerja, seminar dan presentase sebagai pembicara atau penulis.
4.4
Penilaian hasil belajar
Penilaian terhadap keberhasilan proses belajar
mengajar dilakukan secara berkala dalam bentuk penugasan, ujian dan atau
seminar. Sistem penilaian dilakukan
menggunakan penilaian acuan patokan (PAP) dengan masing-masing bobot 4,3,2,1,0. Untuk
mengetahui pencapaian kompetensi dilakukan ujian dalam bentuk uji kompetensi
sesuai unit-unit kompetensi pada setiap akhir tahun, yang mencakup aspek
kognitif, afektif dan psikomotor.
87-100:
4 82 : 3.72
86 : 4 81 : 3.65
85 : 3.93 80 : 3.58
84 : 3.86 75 : 3.76
83 : 3.97 74 : 3.18
Maka,
setiap siswa memiliki IPK yang berbeda sesuai bobot nilainya.
5
Garis Besar Mata Kuliah
Sebagai gambaran singkat dari setiap mata kuliah
yang diajarkan pada kurikulum inti pendidikan diploma III Analis Kesehatan
diuraikan dalam garis besar mata kuliah. Deskripsi ini belum merupakan bahan
yang siap untuk diimplementasikan, tetapi untuk dapat diimplementasikan dalam
proses belajar mengajar masih harus disusun petunjuk teknis implementasinya dalam bentuk silabus,
rencana pelaksanaan pembelajaran serta instrumen pembelajaran lain seperti
pedoman praktis dan lain sebagainya.
Berdasarkan garis besar mata kuliah tersebut maka
didapat mata kuliah yang membahas tentang kimia (ilmu kimia) dan yang terkait
dengan kimia yaitu:
a. Kimia analitik
b. Biokimia
c. Instrumentasi
d. Biologi medik
e. Biologi molekuler
f. Patofisiologi
g. Mikrobiologi dasar
h. Bakteriologi
i.
Kimia
klinik
j.
Toksikologi
dan kimia farmasi
k. Analisa kimia air dan makanan minuman
l.
Kesehatan
dan keselamatan kerja
Berikut gambaran singkat mata kuliah kimia
dan yang terkait dengan kimia:
Mata kuliah
|
Substansi
kajian
|
SKS
|
T
|
P
|
Pengetahuan
bahan kimia dan penanganannya
|
3
|
1
|
2
|
|
Analis kimia kualitatif
|
||||
Analisa kimia kuantitaif
|
||||
Aplikasi K3 pada praktik kimia
analitik
|
||||
Pembuatan larutan pereaksi
serta pemantauan kualitasnya
|
||||
Bio kimia
|
Pengertian biokimia serta
perbedaan bahan biokimia dengan bahan nonbiokimia
|
2
|
1
|
1
|
Defenisi struktur, sifat kimia,
fungsi serta metabolisme karbohidrat, lemak, protein, enzim, hormon, dan
vitamin
|
||||
Identifikasi karbohidrat,
lemak, protein, enzim, hormon dan vitamin
|
||||
Instrumentasi
|
Pegenalan instrument
laboratorium
|
4
|
2
|
2
|
Manual instrumen laboratoriuma
|
||||
Penggunaan instrumen
laboratorium untuk pemeriksaan di laboratorium kesehatan
|
||||
Penggunaan log book instrumen
laboratorium
|
||||
Kalibrasi instrumen
laboratorium
|
||||
Pemeliharaan dan perbaikan
kerusakan ringan
|
||||
Jenis peralatan yang digunakan
diantaranya: alat-alat gelas, neraca analitis, mikroskop, centrifuge,
viscometer, turbidimeter
|
||||
Menerapkan K3 dalam
melaksanakan praktik instrumentasi
|
||||
Menerapkan konsep pengelolaan
tempat kerja yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku
|
||||
Biologi medik
|
Sintesa protein
|
1
|
1
|
0
|
Biologi molekuler
|
Struktur dari asam nukleat
termasuk struktur DNA
|
1
|
1
|
0
|
Genetika molekuler
|
||||
Patofisiologi
|
Kelainan metabolisme
karbohidrat
|
1
|
1
|
0
|
Kelainan metabolisme lemak
|
||||
Kelainan metabolisme protein
|
||||
Mikrobiologi dasar
|
Uji biokimia
|
2
|
1
|
1
|
Penerapan konsep K3 dalam
melaksanakan praktik mikrobiologi
|
||||
Bakteriologi
|
Menerapkan konsep K3 dalam
melaksanakan praktik bakteriologi
|
8
|
3
|
5
|
Kimia klinik
|
Urine dan urinalisis :
pemeriksaan makroskopis, mikroskopis, kimiawi, dengan indikasi.
|
9
|
3
|
6
|
Faeces : pemeriksaan
makroskopis, mikroskopis, kimiawi
|
||||
Semen : pemeriksaan
makroskopis, mikroskopis, kimiawi
|
||||
Cairan otak : pemeriksaan
makroskopis, mikroskopis, kimiawi
|
||||
Transudat/eksudat : pemeriksaan
makroskopis, mikroskopis, kimiawi
|
||||
Cairan sendi : pemeriksaan
makroskopis, mikroskopis, kimiawi
|
||||
Darah :
a.
Karbohidrat : metabolisme karbohidrat
abnormal, jenis pemeriksaan kelainan metabolisme karbohidrat
b.
Protein : protein total, albumin,
globulin, elektroforesis protein
c.
Lemak : kolesterol, triglesirida,
fosfolipida, asam-asam bebas lemak, jenis-jenis lipoprotein
d.
Non protein nitrogen : ureum,
kreatinin, asam urat, kreatinin kliren, urea kliren
e.
Analisa enzim : SGOT, SGPT, amilase,
lipase, fosfatase asam, fosfatase basa, LDH, CPK-CK, Gamma GT.
f.
Analisis elektrolit : natrium, kalium,
kalsium, klorida, magnesium, phospor
g.
Analisa gas darah : pH, PCO2, PO2,
TCO2, HCO3, BE
|
||||
Toksikologi dan kimia farmasi
|
Pengerian dan ruang likup
toksilogi analis
|
2
|
1
|
1
|
Sumber/ sal racun (bahan kimia termasu
peptisida, tumbuhan, binatang)
|
||||
Mekanisme dan gejala klinis
kasus keracunan
|
||||
Metode dan sampling pada kasus
keracunan
|
||||
Eksrtaksi, isolasi,
identifikasi dan penetapan kadar senyawa penyebab keracunan secara invitro
maupun in vivo
|
||||
Pencatat dan pelaporan kasus
keracunan
|
||||
Mekanisme dan gejala klinis
kracunan NAPZA
|
||||
Metode dan teknik sampling pada
NAPZA
|
||||
Aplikasi K3 dan good laboratory
practise dilaboratorium
|
||||
Analisa kimia air dan makanan minuman
|
Perundang-undangan yang
berhubungan dengan kulaitas air serta bahan tambahan makanan dan minuman
|
4
|
2
|
2
|
Teknik pengambilan cuplikan
air, makanan dan minuman
|
||||
Analisa air secarea fisika,
kimia dan instrumental
|
||||
Analisa angka COD dan BOD
|
||||
Menghitung dosis klor
|
||||
Menghitung dosis antikoagulan
|
||||
Interpretasi hasil analisis air
|
||||
Analisa karbohidrat, lemak,
protein, alkohol, vitamin, suplemen makanan, dan bahan tambahan makanan yang
diizinkan
|
||||
intepretasi
hasil analisa makanan dan minuman
|
||||
Kesehatan dan keselamatan kerja
|
Penanganan
limbah kimia
|
3
|
1
|
2
|
Jenis-jenis
kecelakaan dilaboratorium
|
||||
Sumber
kecelakaan dilaboratorium
|
||||
Penanganan
baha berbahaya dan beracun
|
||||
P3K terhadap
korban mata terkena asam atau basa
|
||||
P3K terhadap
korban luka bakar
|
Jumlah total sks :
40 sks
Teori : 18 sks
Praktek : 22 sks
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dari hasil wawancara dan observasi yang telah
dilakukan selama penelitian maka didapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Analisis kurikulum:
a. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum
D III analis Kesehatan berbasis kompetensi yang merupakan pengembangan dari
kurikulum nasional dan Silabus yang digunakan adalah silabus yang disusun dan
dikembangkan oleh masing-masing dosen tidak ada acuan khusus dari perguruan
tinggi.
b. Dalam kurikulum nasional, program D III
analis kesehatan terdiri dari 3 kelompok besar mata kuliah yaitu : Mata Kuliah
Umum, Mata Kuliah Dasar Keahlian dan Mata Kuliah Keahlian. Sedangkan dalam
kurikulum yang digunakan di POLTEKKES Medan telah dikembangkan menjadi 4
kelompok besar mata kuliah yaitu : Mata Kuliah pengembangan dan Kepribadian,
Mata Kuliah Keilmuan dan Keterampilan, Mata Kuliah Keahlian Berkarya dan Mata
Kuliah Perilaku Berkarya.
c. Dalam Kurnas terdapat 4 jenis mata kuliah
kimia yaitu : kimia analitik,
kimia fisika, kimia hayati dan kimia klinik. Dalam kurikulum POLTEKKES Medan
juga terdapat 4 jenis mata kuliah kimia dengan jenis yang berbeda yaitu : kimia
Analitik, Biokimia, Kimia Klinik dan Analisa Kimia Air dan Makanan/Minuman.
2. Proses pembelajaran:
a. Metode pembelajaran meliputi ceramah,
bekerja dilaboratorium, demonstrasi, penempatan kerja, orientasi lapangan, log
book, kerja kelompok, diskusi, tutorial, priyek kerja, seminar dan presentase
sebagai pembicara atau penulis
b. Sistem penilaian dilakukan menggunakan
penilaian acuan patokan (PAP) dengan masing-masing bobot 4,3,2,1,0
3. Persebaran Kimia:
Berdasarkan garis besar mata kuliah tersebut maka
didapat mata kuliah yang membahas tentang kimia (ilmu kimia) dan yang terkait
dengan kimia yaitu: Kimia analitik, Kimia analitik, Biokimia, Instrumentasi, Biologi
medik, Biologi molekuler, Patofisiologi, Mikrobiologi dasar, Bakteriologi, Kimia
klinik, Toksikologi dan kimia farmasi, Analisa kimia air dan makanan minuman
dan Kesehatan dan keselamatan kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi, (1997), Himpunan
Kurikulum Nasional (KURNAS),
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
Ginting, Junita, (2006), Hubungan persepsi Mahasiswa Tentang Mata Kuliah Kimia Metode
Pembelajaran dan Sarana Prasarana Terhadap Hasil Belajar Mata Kuliah Kimia Di
Pragram Studi Biologi FKIP UISU Medan, Thesis, Pascasarjana, Unimed, Medan.
Yuli,
(2010), Kegiatan Analisis di Laboratorium,
http://youlyrical.blogspot.com/2010/11/analis-kesehatan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar